Kamis, 18 Februari 2010

Tanda-tanda Orang Alim / Sign’s Religious Man

Indonesian Version :

۝ قَا لَ النَّبِيُ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ لِعَلِّيِّ اِبْنُ اَبِيْ طَا لِبْ : لِلْعاَ لِمِ ثَلاَثِ عَلاَ مَاتٍ صِدْقُ الْكَلاَمِ وَنَهْيُ الْحَرَامِ وَالتَوَاضُّعُ

(اَلْحَدِ يْثُ)

Tanda-tanda orang Alim itu ada 3 "Tiga"
  1. Ucapannya selalu benar, dalam arti perkataannya sesuai dengan kaidah dan syariat Islam. Apa yangdisampaikannya itu didasarkan atas rujukan Al-Qur’an, Hadist dan kitab-kitab Salaf yang sesuai dengan ketentuannya.Bisa juga diartikan tidak pernah berbohong apalagi berkata tidak benar “ngawur” dalam bercakap, hal itu disesuaikan dengan hasil ijtihadnya. Yakni sesuai dengan data, fakta dan informasi yang di dapatkan.
  2. Menjahui perkara haram, artinya selalu melaksanakan apa yang diperintahkannya dan menjahui apa yang dilarang dengan bersungguh-sungguh dalam mengamalkannya.
  3. Bersikap tawadhu’ (rendah diri) dalam bahasa jawa “Andap Ashor” selalu merendahkan diri baik di mata yang lebih muda ataupun yang lebih tua. Selalu mengasihi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua.

Dari kisah “Wasiatul Mustofa”
Di ulas kembali oleh : Khilmi Nasrullah, S.Ag, SH. PPAI, KUA Sukodono.

____________________

English Version :

۝ قَا لَ النَّبِيُ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ لِعَلِّيِّ اِبْنُ اَبِيْ طَا لِبْ : لِلْعاَ لِمِ ثَلاَثِ عَلاَ مَاتٍ صِدْقُ الْكَلاَمِ وَنَهْيُ الْحَرَامِ وَالتَوَاضُّعُ

(اَلْحَدِ يْثُ(

There are three Signs Religious Man

  1. Their talk always true. In the meaning, their word appropriate with kaidah and Islam syariat. What is carry based on Al-Qur'an, Hadist and Salaf book appropriate with certainty. It's can also mean that never to lie especially say not true “Ngawur” in speaking, that is appropriate with their yield Ijtihad. It is appropriate with data, fact and information is finding.
  2. Keep away from forbidden problem, it's mean always do what’s ordering and keep away from what is prohibit with really in to the practice.
  3. Have a certain attitude Tawadhu' (Humble). In the Java language "Andap Ashor", always humble to the young man or old man. Always honesty to the young man and respect to the old man.

From the story "Wasiatul Mustofa"
Rewrite by : Khlimi Nasrullah, S.Ag, SH. PPAI, KUA Sukodono.

Jumat, 12 Februari 2010

Keutamaan Membaca ٍٍٍSholawat / Excellence of Reading Sholawat

Indonesia Version :


Keutamaan Membaca ٍٍٍSholawat


Untuk menyambut bulan maulid ini kita sepatutnya memperbanyak membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.


Karena Allah Subhanahu Wata’alah pernah berfirman, dalam hadist qudsinya :


۝ مَنْ صَلَّ عَلَىََََّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّ اللهُ عَلَىْهِ عَشْرِ ~ وَمَنْ صَلَّ عَلَىَّ عَشْرِ ~ صَلَّ اللهُ عَلَىْهِ مِا عَةً وَ مَنْ صَلَّ عَلَىَّ مِا عَةً صَلَّ اللهُ عَلَىْهِ اَلْفًا.


Artinya :

“Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali” kata Nabi. Maka Allah akan memberi rahmat kepadanya “yang bersholawat” 10 kebaikan dan barang siapa yang bersholawat kepadaku 10 kali, maka Allah akan memberikan 100 kebaikan. Dan barang siapa yang bersholawat kepadaku 100 kali, maka Allah akan memberikan rahmat kepadanya 1000 kali.


Dari hadist diatas, sebaiknya kita sekalian sering-sering membaca sholawat, bahkan lebih baik jika hal itu direncanakan setiap minggu sekali. Dalam hadist yang lain, Rosulullah SAW, menjelaskan. “Barang siapa yang tidak menjawab ketika ada orang yang menyebut namaku, maka orang itu dikatakan orang bakhil.


Untuk itu, membaca sholawat terutama di bulan maulid. Harus di kumandangkan di masjid-masjid bahkan di rumah-rumah. Karena ada dua keuntungan bagi kita yang mau membaca sholawat

yaitu :

1. Kita akan mendapat rahmat-Nya.

2. Di hari kiamat, kita akan mendapat pertolongan beliau “Nabi Muhammad SAW” di mana hari itu tidak ada pertolongan kecuali pertolongan beliau.


۝ يَوْمَ لاَ ظِلَّ اِلاَّ ظِلَّهُ.



English Version :


Excellence of Reading Sholawat


To celebrate this maulid month. We must more reader Sholawat for Muhammad SAW.


Because Allah Subhanahu Wata’ala said, in Qudsi Hadist :


۝ مَنْ صَلَّ عَلَىََََّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّ اللهُ عَلَىْهِ عَشْرِ ~ وَمَنْ صَلَّ عَلَىَّ عَشْرِ ~ صَلَّ اللهُ عَلَىْهِ مِا عَةً وَ مَنْ صَلَّ عَلَىَّ مِا عَةً صَلَّ اللهُ عَلَىْهِ اَلْفًا.


Meaning :

“Who are reading sholawat for me just once” Nabi said. So God’s mercy given ten goodness for him. And who are reading ten fold sholawat for me, Allah wil given a hundred goodness. And who are reading a hundred fold sholawat for me, Allah will given a thousand goodness.


From the hadist above. We are usually reader sholawat. As good as we must planning to read sholawat every weekend. Even in other hadist, Rosulullah SAW explain. “who are not answer when some body tell my name, they can said the bakhil man.


So, read this sholawat in maulid month. Must better be reading in the mosques and houses. Because, they have two provide everybody who read sholawat.


Such as :

1. We will have a God’s mercy get.

2. In the last day/kiamat, we will help from Muhammad and that’s day never help except help from him.


۝ يَوْمَ لاَ ظِلَّ اِلاَّ ظِلَّهُ.



By. Khilmi Nasrullah, S.Ag. PPAI, KUA Sukodono.